21 May 2010

Mereka ada untuk saya

Minggu ini minggu yang sulit banget buat gue. Gue dilanda masalah yang sangat kompleks, mulai dari masalah sama pacar, keluarga, dan masalah kuliah. Minggu ini gue single, gue lagi break sama Tebe. Yah gak tau deh single sementara ata seterusnya, semoga aja nanti kita temuin jalan yang terbaik untuk kita berdua. Mungkin kita berdua emang lagi sama-sama banyak masalah, dan makanya kalau kita ketemu pasti kita bertengkar. Dan pasti kita sedang menemukan titik jenuh dalam ubungan kita berdua.

Dan masala keluarga, yah gue gak mau ikut campur lah. Ini urusan kedua orangtua gue. Mungkin kalau gue balik lagi jadi orang kaya seperti beberapa tahun lalu. Mungkin masalah ini bakalan kelar. Tapi inilah hidup, manusia kadang diatas dan kadang dibawah. Gue yakin masalah ini bakalan selesai. Mungkin gue gak bisa ikut campur dan bantuin agar masalah mereka selesai. Tapi gue akan ngebantu dengan cara lain, gue mesti kuliah yang bener dan bisa membiayakan adik gue yang masih SD buat kuliah di Al-Azhar Cairo atau jadi dokter. Sesuai keinginan papa.

Dan problematika di kampus yang gue hadapi adalah gue pusing sama tugas yang numpuk, kuliah yang padet, dan bentar lagi UAS. Dan gue juga mesti mempertahankan nilai gue agar IPK nanti diatas 3.00  dan mempertahankan beasiswa yang dikasih dari DEPAG. Huaaa..., disaat seperti inilah gue butuh Tebe Sang Motivator dan orang yang biasanya ngebantuin gue kalau lagi banyak tugas. Tapi kan sekarang gue lagi sendiri. Huhuhu

Tapiiii....., meskipun semua hali itu terjadi, gue masih punya mereka. Temen-temen gue di kampus yang setia nemenin gue. Pada saat kejenuhan gue memuncak, gue pengen banget refreshing ke tempat yang bisa bikin gue tenang. Seperti kebiasaan gue kalau lagi bete atau lagi punya masalah. Gue biasanya ke tempat sepi supaya gue bisa diem, ngelamun, nangis, dan mikir soluasi dari masalah gue. Dan pada akirmya gue dan temen-temen memutuskan ke taman lembang. Di situlah gue bengong dan memikirkan semua masalah gue sampai pada akhirnya gue tenang. Habis itu, gue lanjut berjalan kaki ke Taman Menteng, disana gue nangis. Dan hebatnya setelah gue nangis, Tebe nelepon gue. Walaupun kita lagi kayak gini, dan dia gak tau kalau gue lagi sedih hebatnya dia nelepon disaat yang tepat. Dia nanyain kabar gue, dia nenangin gue, dan dia nyuruh gue pulang. Karena dia takut nanti gue sakit atau kenapa-kenapa di jalan. Setelah itu, gue mampir ke 7 Eleven Menteng. Gue jajan slurpee dulu, dan minuman itu sukses membuat mood gue bangkit kembali. Dan gue menjadi diri gue sendiri yang ceria dan sedikit gila.

Terimakasih teman-temanku tersayang yang udah nemenin gue.. Nia, Iis, Desi, Nurul, Eek, dan Sapta.
I love you all :)

oleh-olehnya:

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...